|
Posts Tagged ‘trainer’
Dahsyatnya “SMART TRAINER CLASS”
April 12th, 2009 Tags: smart trainer class, trainer, training Posted in News | No Comments »
Sebanyak 44 calon trainer dari berbagai kampus di Yogyakarta berkumpul dalam sebuah acara “Smart Trainer Class”. Acara bertempat di kantor Kedai Karir, Yogyakarta. Peserta mayoritas berasal dari program studi Psikologi, namun terdapat juga mahasiswa dari program studi yang lain.
Everybody can be a great trainer merupakan tema yang diusung dalam acara ini. Tema tersebut dimaksudkan untuk memberi wacana kepada khalayak bahwa siapapun dapat menjadi seorang tirainer, tanpa harus mengenyam pendidikan tertentu. Sebagai contoh, Andrie Wongso yang mendapat julukan The Best Motivator atau Motivator No. 1 Indonesia bukan lulusan dari Psikologi. Bahkan Andrie Wongso sekolah dasar saja tidak tamat.
Pada kesempatan ini, para calon trainer diajak belajar bersama secara mendalam mengenai bagaimana menjadi trainer yang professional. Materi yang dibahas pada salah satu event Kedai Karir ini amatlah menarik, karena dalam 2 hari tatap muka ini peserta tidak hanya diajarkan materi teoritis dari sebuah training, namun peserta juga dihadapkan pada tantangan praktis, yaitu berpraktik menjadi seorang trainer. Training meliputi kompetensi trainer, manajemen kelas dalam training, pembuatan desain training, alat-alat training, dan masih banyak lagi.
“Smart Trainer Class” berlangsung dua hari yakni 14 dan 15 Maret 2009 dengan melibatkan dua trainer dahsyat yakni Ismail Hermana, S. Pd. I (Direktur FAST Training Center Jogja & Trainer LAPENKOP DIY) dan Agus Priyadi, M.Psi,Psikolog (Direktur Utama dan Trainer Senior Life Management Training di LMT CONSULTING). Selain menjadi trainer, Agus Priyadi merupakan dosen pengampu mata kuliah desain training di salah satu perguruan tinggi. Kedua trainer ini amat berjiwa muda, penuh semangat, dan pintar menghibur. Mereka pantas mendapat acungan jempol karna kemampuannya yang luar biasa dalam mentransferkan materi ke peserta. Hasilnya, peserta selalu bergairah serta antusias dari awal hingga akhir acara.
Sebelum masuk materi training, peserta diajak untuk mengenal kepribadian masing-masing dengan mengerjakan alat tes psikologi bernama Dominance, Influence, Steadiness, dan Compliance (DISC). DISC merupakan alat tes favorit di hampir tiap seleksi karyawan. Alat tes DISC diciptakan oleh Wiliam Moulton Marston pada tahun 1928. Skor yang didapatkan terbagi dalam tiga bagian yakni change menunjukkan karakter individu sehari-hari, least menunjukkan karakter individu saat kondisi tertekan atau stress, dan most menunjukkan karakter individu dalam bekerja dan sosial.
“Seorang trainer yang hebat itu harus mempunyai visi, memiliki paradigma hidup, serta memiliki power communication,” terang Ismail Hermana di sesi pertama. Pak Ismail menyebutkan bahwa penting bagi seorang trainer untuk mengetahui bagaimana mengolah para peserta bahkan yang jumlahnya hingga 1000 orang, Trainer harus dapat membawakannya secara pintar agar materi dapat dipahami oleh mereka, tidak seperti istilah “masuk kuping kiri, keluar kuping kanan”. Kemudian, Pak Ismail pun berbagi tips berdasar pengalaman-pengalamannya.
Giliran pembicar yang kedua, peserta mendapatkan materi mengenai “Manajemen Kelas Dalam Training”.“Kita akan bertemu dengan beraneka macam karakteristik orang dalam suatu kegiatan pelatihan nanti,” ujar Agus Priyadi. Oleh karena itu, penting bagi seorang trainer untuk dapat mengenal karakter dari para trainee-nya. Pak Agus pun menjelaskan beberapa cara untuk mengenal karakteristik trainee serta cara mengelolanya. Tujuannya tentu agar kelas menjadi efektif yakni tujuan dari pelaksanaan training dapat dicapai.
Pak Ismail dan pak Agus secara bergantian, tak hanya mentransferkan materi namun juga mengajak peserta untuk bermain bersama, apalagi pada sesi games. Banyak game yang disimulasikan bersama meliputi games untuk ice breaking, energizer, maupun game pengantar materi. Para peserta pun diajak untuk menunjukkan kemampuannya di setiap materi yang sebelumnya telah disimulasikan. Ajakan tersebut direspon oleh teman-teman peserta dengan antusias serta percaya diri. Bahkan mereka saling berebut untuk menyuarakan serta menampilkan kemahirannya sehingga teman-teman yang lain tahu akan kemampuannya.
Pada hari berikutnya, semua peserta diberikan tantangan. Mereka diminta untuk menyampaikan materi training dengan topik bebas secara bergantian di depan teman-teman yang sedang tidak tampil. Mereka pun berusaha menampilkan yang terbaik dan begitu bersemangat mengajak audience terlibat. Ternyata, masing-masing peserta memiliki gaya penyampaian yang berbeda-beda serta unik.
Acara “Smart Trainer Class” berakhir dengan penutup singkat dari panitia dan pembicara, pembagian sertifikat, serta foto bareng. Panitia yang diwakilikan oleh Haryo Seto Akhmad Yani (Manajer Operasional Kedai Karir) dan dua pembicara mengungkapkan bahwa mereka senang bisa belajar bersama para calon trainer yang sangat antusias dari berbagai kampus di Jogja ini. Menurut mereka, penampilan para peserta sangat memukau bahkan di luar prediksi mereka. Peserta yang terlibat di acara ini sangat berharap bisa kembali berjumpa lagi dan mendapat kesempatan menjajal profesi trainer kembali.
By
Sekar
One Stop To Be a Great Trainer
April 12th, 2009 Tags: trainer, training Posted in News | 2 Comments »
Anda tertarik menjadi trainer ? Bila jawabannya ya, acara talkshow bertajuk “One Stop To Be a Great Trainer” tepat untuk anda ikuti. Talkshow ini diselenggarakan oleh Kedai Karir sebagai jawaban akan kebutuhan mahasiswa maupun masyarakat umum yang berminat menekuni profesi trainer, namun belum banyak mengetahui bidang tersebut. Para peserta penasaran akan penampilan Mario Teguh dengan salam supernya yang mampu memompa semangat audience-nya. Kemudian, menjamurnya para trainer di Indonesia yang kini mulai bermunculan di televisi, mengadakan seminar-seminar di berbagai kota, serta menerbitkan buku-buku turut memotivasi generasi muda untuk menjadi seperti mereka juga nantinya.
Pada acara talkshow tersebut, Kedai Karir mengundang tiga pembicara trainer luar biasa yakni : Agus Priyadi (Direktur Utama dan Trainer Senior Life Management Training di LMT CONSULTING), Ismail Hermana (Direktur FAST Training Center), serta Cisilya Veronica Walten (Leads Trainer Jogja PT. VADS Indonesia). Ketiga pembicara trainer mengajak peserta talkshow untuk mengenal lebih jauh tentang dunia trainer, mengetahui aplikasi training di dunia perusahaan, serta mengetahui prospek karir trainer di perusahaan.
Menjadi trainer bukanlah sesuatu yang sulit dan terbuka bagi siapa saja yang berminat sepenuh hati. Mereka tak hanya berasal dari lulusan Psikologi saja yang berhak menjadi trainer. Dua pembicara talkshow yakni Pak Ismail dan Bu Sisil, buktinya amat berkompeten menggeluti dunia trainer.
Trainer diperlukan di perusahaan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga mereka dapat bekerja maksimal serta produktif. Melalui training, mereka diberikan ketrampilan, soft skill, bahkan motivasi dalam suatu program pelatihan. Program training dibuat berdasarkan kebutuhan yang diperlukan oleh karyawan maupun perusahaan yang didapatkan melalui analisa atau identifikasi kebutuhan. Kinerja karyawan yang baik akibat keberhasilan training tentu berdampak positif terhadap kinerja perusahaan.
Menurut Pak Agus. beberapa hal mengenai kompetensi trainer perlu dipahami untuk menjadi trainer profesional di sebuah perusahaan. Mereka pun berbagi mengenai pengalaman masing-masing saat memberikan training. Berani mencoba dan terus mencoba adalah kunci untuk mejadi trainer berbakat ke depannya. Karna kalo kita hanya berdiam saja tanpa melakukan apa yang telah diberikan tentu menjadi percuma saja. Kemudian, mereka menceritakan banyak model training yang pernah mereka lakukan untuk para trainee-nya, seperti dengan outbond, experience learning, neuro linguistic programming, dan lain-lain. Banyak sekali metode training yang bisa diterapkan, namun pelaksanaanya didasarkan pada budget dan kebutuhan akan trainingnya.
Berbagai topik dahsyat yang dibahas oleh ketiga pembicara semakin membuat peserta talkshow makin tertarik menggeluti dunia trainer. Mereka begitu antusias ketika diberi kesempatan bertanya oleh moderator. Apalagi dijelaskan oleh Pak Ismail bahwa profesi trainer adalah penolong. Penolong disini berarti mejadikan orang yang pada mulanya merasa tak bisa apa-apa, tak bergairah, negatif menjadi terbantu seta termotivasi menjadi seseorang yang optimis, positif, dan bersemangat. Oleh karena itu, banyak trainer yang akhirnya dicintai oleh banyak orang. Seperti cerita dari Motivator No.1 Indonesia Andrie Wongso (AW). Kisah-kisah yang dibagikan oleh AW melalui jaringan radio Smart FM awal tahun 2004 mampu menolong banyak orang. Diceritakan dalam bukunya “15 Wisdom Success” terdapat seorang tuna netra, pemimpin di sebuah media cetak dan seorang ayah yang masing-masing sedang memiliki permasalahan hidup yang berat hingga menjadi putus asa. Kemudian, mereka menjadi terinspirasi serta termotivasi untuk kembali bangkit usai mendengar kisah inspirasional dari AW di radio.
Ketiga trainer pun mengajak peserta talkshow untuk memainkan game ice breaking di sela-sela sharing materi. Masing-masing pembicara memiliki gaya yang berbeda-beda dalam mengelola peserta trainer. Terlihat saat mereka menjawab pertanyaan-pertanyaanya dari peserta maupun membawakan game.
Profesi trainer ke depan amat baik karna semua orang butuh trainer. Oleh karna itu, anda yang tertarik segera saja mengambil langkah untuk mulai mendalami. Kedai Karir sendiri menyelenggarakan training for trainer class untuk mahasiswa maupun masyarakat umum yang berminat belajar menjadi trainer hebat. Kedai Karir pun tak tanggung-tanggung mengundang trainer pengajar yang berkompeten dan telah berpengalaman untuk berdinamika bersama anda.
By
Sekar
|