Kirim Pesan YM

 

 

Posts Tagged ‘Tips sukses tes psikologi’

Bagi Ide : Tes Psikologi Bagi Job Seeker

tes-inventori-tes-kepribadian-inventori-kepribadian-kepribadian-tes-psikologiSetiap orang tua menyekolahkan anaknya dengan harapan kelak dewasa si anak akan menjadi “orang” yang berpendidikan dan tentusaja dapat meningkatkan derajat keluarga dengan title pendidikan yang anak sandang. Titel pekerjaan yang didapat kemudian akan dipertaruhkan dalam memperebutkan kursi derajat yang lebih tinggi lagi, yaitu pekerjaan. Tingkat pendidikan yang tinggi akan memberikan kesempatan bagi orang yang menyandangnya untuk mencari dan mendapat bidang pekerjaan yang diinginkan. Begitukah? Pada kenyataanya memang begitu. Gelar sarjana atau titel-titel diatasnya memang dapat memberikan tawaran pekerjaan yang menjanjikan. Banyak lowongan pekerjaan yang mewajibkan calon pegawainya memiliki titel sarjana S1 untuk dapat diterima disebuah perusahaan maupun kantoran. Namun tunggu dulu… Untuk masuk dan dapat diterima menjadi seorang karyawan disuatu perusahaan, seorang bertitel sarjana haruslah menjalani rangkaian tes masuk perusahaan dan tes psikologi (psikotes) dapat menjadi halangan terbesar bagi calon karyawan. Dalam psikotes digunakanlah sistem gugur dimana terdapat standar tertentu dalam setiap bidang pekerjaan yang diinginkan perusahaan, sehingga tak heran jika tes psikologi yang diberikan terkadang tidak sama antar bidang pekerjaan yang ditawarkan. Dan kalaupun memang sama, maka dapat dipastikan standar tesnya berbeda antar bidang yang satu dengan yang lain. Saya yakin semua pelamar pasti ingin lolos dan terpilih menjadi karyawan sehingga tak jarang membeli bahkan dengan sengaja mencuri start saat pelaksanaan tes psikologi tersebut dengan harapan mendapat keuntungan darinya. Apakah memang demikian? Saya rasa tidak... Ingin tahu mengapa? 1. Tes psikologi (psikotes) bukan mengukur tingkat pengetahuan teoritis anda! Mungkin anda beranggapan bahwa psikotes = tes tertulis pada umumnya. Jika iya, segeralah rubah pola pikir anda karena psikotes adalah tes yang digunakan untuk mengetahui keadaan psikologis (jiwa) anda. Jadi tidak menutup kemungkinan orang yang pintar secara teoritis tidak lolos pada tahap ini, begitu sebaliknya. 2. ingat!!!tes digunakan untuk menentukan calon pelamar terbaik yang memenuhi standar dan kriteria suatu perusahaan jadi jangan berkecil hati apabila pada suatu kesempatan anda belum dapat bergabung dalam suatu perusahaan karena gagal tes. Secara positif tes psikologis membantu anda dan perusahaan untuk mencocokan. Mungkin seperti semacam ”biro jodoh” dimana bila tidak cocok ya cari yang lain. Bagi anda yang tidak lolos seleksi karyawan karena gagal dalam mengerjakan tes psikologis, janganlah berkecil hati lalu men-just bahwa anda orang gagal. Orang yang tidak lolos = orang yang tidak memenuhi kriteria yang diinginkan oleh perusahaan. Hal yang disayangkan adalah ketika anda memanipulasi keadaan diri anda dengan mempelajari buku-buku tes psikologis yang beredar luas dipasaran. Mungkin anda lolos dengan skor memenuhi kriteria, namun sadarkah anda bahwa anda sudah menjerumuskan diri sendiri. Standar tes psikologis merupakan standar yang digunakan untuk mengukur perilaku keseharian anda. Jika anda menjawab yang bukan kepribadian anda sebenarnya, bukan tak mungkin nantinya jika anda di terima justru akan memberatkan diri anda sendiri. Ingat!!! Kebohongan Publik berakibat buruk bagi diri sendiri. Point selanjutnya merupakan kiat-kiat sederhana yang dapat dilakukan oleh job seeker saat akan maupun sedang menghadapi psikotes:

1. Persiapkan keadaan fisik dan mental baik2 untuk menghadapi hari-H psikotes perupakan alat ukur untuk menngetahui kepribadian dan kemampuan anda secara menyeluruh. Kelelahan fisik dan keadaan mental yang kurang baik seperti stress saat mengerjakan tes akan mempengaruhi kualitas dan waktu Anda saat pengerjaan tes tersebut. Untuk sejenak, buang jauh-jauh masalah yang sedang Anda hadapi saat mengerjakannya.

2. Dengarkan baik-baik saat dilakukan instruksi Banyak diantara para pelamar mungkin melamar suatu pekerjaan yang bukan kesekalinya. Mungkin kemarin anda sudah melamar pekerjaan diperusahaan A, lalu B, dan lusa akan melamar di perusahaan C karena anda belum dinyatakan diterima di perusahaan manapun. Hal itu sangat mungkin menyebabkan anda jadi seorang yang familiar terhadap suatu alat tes, berikut instruksi cara pengisianya. Jangan berbangga hati terlebih dahulu. Pernah saya temui (ketika menjadi pengawas tes) ada seorang yang sepertinya familiar terhadap suatu alat tes sehingga dengan lancar dapat menjelaskan bagaimana cara menjawab pada rekan disebelahnya (dan tentusaja kami peringatkan segera). Ingat! anda telah berhasil membuat rekan dan anda sendiri manjadi sasaran mata para pengawas dan tentusaja akan diawasi lebih ketat. Tolong pahami kemungkinan bisa saja anda salah menjelaskan dan memiliki perbedaan persepsi dengan instruktur saat itu dan mungkin sebelumnya dan hasilnya : anda gagal kembali... Instruksi diberikan untuk meminimalisir kesalahan yang akan anda perbuat dalam pengisian sehingga saat tes dilakukan kemampuan maksimal Anda dapat terlihat (bayangkan jika sebenarnya Anda memiliki kemampuan yang diinginkan oleh perusahaan namun gagal karena kekurangcermatan dalam mendengarkan instruksi). Sungguh sayang...

3. Jangan tegang saat pengawas mengingatkan ada kesalahan yang anda perbuat dan segera perbaikilah! Hampir seluruh peserta mengalami ”hilang konsentrasi” saat pengawas memberitahu bahwa ada kesalahan yang Anda lakukan dalam suatu pengerjaan tes psikologi. Banyak juga yang dengan segera menutupi lembar jawabnya ketika pengawas berkeliling untuk mencek apakah yang Anda lakukan sudah benar. Maksud pengawas disini sebenarnya baik,”Kami ingin agar Anda dapat mengerjakan tes tersebut dengan benar bukan untuk menakut-nakuti Anda.” Jadi, ketika ada kesalahan yang secara tak sadar Anda perbuat dan pengawas memberitahu Anda, jangan panik! Segeralah perbaiki cara menjawab anda sesuai instruksi dan lakukan untuk butir soal yang seterusnya.

4. Bertanyalah jika memang belum paham setiap selesai menjelaskan tata cara tes, instruktur biasanya memberi kesempatan pada peserta untuk bertanya jika masih belum paham maksud tes tersebut. Dan pada sesi ini kebanyakan para peserta enggan untuk mengacungkan jari untuk menanyakan apa yang dia tidak paham. Sangat disayangkan tatkala ”malu” bertanya tersebut Anda bawa pada saat penentuan nasib Anda kedepan (seperti saat diadakan psikotes). Punya malu itu memang tidak salah, namun pergunakanlah rasa malu tersebut pada momen yang tepat. Bukan pada saat menentukan nasib Anda. Bayangkan, sebenarnya Anda memiliki potensi yang sesuai dengan kriteria yang dikendaki perusahaan, namun Anda gagal psikotes lantaran Anda salah mengisi karena tidak paham apa yang dimaksud dan ’malu’ meminta penjelasan lebih lanjut saat diberi peluang. Sungguh sayang bukan?

5. Berdoa Mungkin terdengar klise dan umum. Namun sungguh, dengan berdoa minimal Anda akan menjadi tenang dan dapat berkonsentrasi mengerjakan tes tersebut. Ketenangan dan konsentrasi mutlak diperlukan saat mengerjakan tes apapun. Dan tidak ada ruginya jika Anda memulai sesuatu dengan berdoa. So...Berdoalah. Sekiranya itu saja sumbang saran yang dapat Saya berikan kepada Anda. Saya yakin setiap orang memiliki kelebihan masing-masing dan kegagalan disuatu waktu bukan berarti bahwa Anda adalah orang yang ”gagal“. Berpikir positiflah... Dan persiapkan diri Anda untuk menghadapi suatu kegagalan. Orang yang siap gagal = orang yang siap sukses. Semangat!!!

By

Nanda