|
Posts Tagged ‘tips sukses’
Tips Sukses: “Memberikan 101% Kemampuan”
February 25th, 2009 Tags: tips sukses Posted in Self Development | 2 Comments »
Sering kita terjebak pada situasi di mana kita ‘diharuskan bekerja’ ataupun ‘diharuskan belajar’ karena berbagai keadaan yang menimpa kita. Ketika kita merasa diharuskan untuk melakukan sesuatu maka sering tanpa disadari kita hanya memberikan 30–75% kemampuan yang kita miliki. Sulit bagi kita untuk total memberikan seluruh kemampuan kita karena kita merasa ’terpaksa’ untuk menjalaninya.
Namun terkadang manusia juga harus dipaksa untuk sekedar menggugurkan kewajibannya. Manusia sebetulnya sadar akan manfaat suatu aktifitas yang seharusnya dia lakukan, namun dia enggan untuk melaksanakannya karena berbagai macam alasan. Sampai pada akhirnya orang tersebut suatu waktu sadar betapa bermanfaatnya melakukan aktifitas tersebut sedari dahulu.
Ambil contoh ketika seorang ’harus’ bekerja karena merasa terpaksa. Mungkin ada beberapa alasan yang dikedepankan seperti keadaan ekonomi yang memaksanya atau tuntutan lingkungan yang terasa menghakimi seorang pengangguran. Maka dengan terpaksa orang tersebut mencari pekerjaan. Ketika nanti mendapat pekerjaan, akan cukup sulit baginya untuk memberikan seluruh kemampuan yang dimilikinya demi pekerjaan tersebut.
Bekerja dengan hati berbeda dengan bekerja berdasarkan kewajiban. Belajar untuk mencintai apa yang anda lakukan adalah landasan dasar supaya dapat menampilkan seluruh kemampuan anda. Kondisi orang di mana dia memang harus bekerja adalah sesuatu yang tidak dapat dikendalikan, seperti halnya mendapat pekerjaan yang kurang disukainya. Namun yang bisa dikendalikannya adalah menata ulang perasaan dan mind set-nya akan cara menjalankan tugasnya. Ok.., bahwa pekerjaan tersebut memang bukan pekerjaan idamannya saat ini. Tapi dengan keadaannya yang sekarang bisakah ia mengubahnya? Yang bisa dilakukannya adalah menekuni pekerjaannya dengan hati yang ihlas, berusaha untuk bekerja dengan bibir tersenyum dan selalu berusaha untuk mencintai pekerjaannya.
Jika atasan di tempat anda bekerja menginginkan anda bekerja dengan 70% kemampuan anda, berikan 80%, jika pimpinan menginginkan 100% kemampuan anda, berikan 101% atau bahkan 110% kemampuan anda. Sehingga atasan akan merasa sayang untuk menyia-nyiakan anda. Jadilah bintang yang selalu bersinar di manapun anda ditempatkan. Janganlah mudah mengeluh karena keluhan hanya menghambat kemampuan anda. Janganlah mudah merasa bahwa andalah orang yang paling menderita di dunia ini. Cobalah untuk selalu tersenyum ketika kesulitan menghadang anda. Berpikir dengan jernih walaupun dalam keadaan tersulit. Dan berpikir positif bahwa setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya.
Saya pernah mendengar ada senior saya yang mengatakan ”Jangan pernah menyerah sebelum anda mengerjakan tugas itu dengan berdarah-darah”. Memang terkesan menyeramkan, tapi mental seperti itulah yang diperlukan di dunia yang serba keras ini. Kita harus menjadi tangguh untuk bisa melaluinya. Kita memang sering berada pada situasi lingkungan yang tidak kondusif, namun kita harus mampu dan bisa melaluinya. Semangat selalu!!!
By
Haryo Seto A
Cepat Dapat Kerja? Magang Alternatif Solusinya!
February 25th, 2009 Tags: tips sukses Posted in Career Adventure | 2 Comments »
Ingin tahu impian yang cukup sering tertancap dibenak para “fresh graduate”? Secepatnya diterima bekerja di sebuah perusahaan. Bekerja dan mendapatkan uang sendiri tanpa harus bergantung pada orangtua. Karena begitu lulus biasanya aliran dana untuk kebutuhan sehari-hari menjadi tersendat atau bahkan macet sama sekali.
Bekerja di perusahaan kecil, menengah atau besar juga menjadi pertimbangan tersendiri, biasanya akan berkaitan dengan rasa percaya diri dari individu. Banyak juga yang langsung mencanangkan ingin bekerja di perusahaan besar. Terutama bagi mereka yang lulus dari perguruan tinggi yang memiliki reputasi cukup baik. “Ya saya kan lulusan dari perguruan tinggi ternama, kalo bisa sih bekerja di perusahaan yang lumayanlah”.
Setidaknya cukup sering saya dengar kalimat ini. Impian yang terbentuk karena mereka menilai dengan predikat lulusan dari perguruan ternama dapat mengangkat nilai jualnya di perusahaan. Anggapan yang tidak salah, namun juga tidak sepenuhnya benar. Sejujurnya, selama proses rekrutmen dan seleksi yang saya lakukan jarang sekali ada permintaan dari perusahaan tentang harus dari universitas ‘ini’ atau universitas ‘itu’. Karena semua tetap tergantung pada seberapa tepat potensi keseluruhan dari seorang individu (karakter, skill, attittude, PENGALAMAN, kemampuan teknis dll.) dengan pekerjaan yang nantinya akan ditempatinya. Jadi banyak faktor yang menentukan pengambilan keputusan untuk menerima calon karyawan baru di sebuah perusahaan.
Walaupun ada beberapa permintaan yang cukup spesifik tentang “kalo bisa dari PT (perguruan tinggi) ini atau itu”, biasanya hal ini lebih dikarenakan kemampuan spesifik atau jurusan dan konsentrasi belajar yang dituju dari PT tersebut (misalkan mau nyari IT yang handal berarti dari PT XX, atau bekerja di pertambangan berarti PT XXX). Nah, ada yang perlu saya garis bawahi dari persyaratan administrasi yang biasanya sering jadi momok para freshgraduate, yaitu PENGALAMAN. Mari kita telusuri hal ini lebih jauh.
Banyak lowongan pekerjaan yang mensyaratkan faktor pengalaman kerja sebagai hal yang sebisa mungkin juga dimiliki oleh fresh graduate atau calon pencari kerja yang lain. Mungkin anda semua akan berpikir bagaimana bisa kalo seorang fresh graduate memiliki pengalaman kerja? Jawabannya mungkin saja! Bahkan sangat mungkin! Hampir sebagian besar dari kita menjalani proses perkuliahan itu dengan aktifitas kuliah, kos, REFRESHING. Kata refreshing saya perbesar karena ternyata banyak waktu kita terbuang hanya untuk nongkrong, santai dan kegiatan remeh temeh lainnya. Sehingga sewaktu wawancara kita ditanyakan tentang aktifitas apa selain kuliah yang kita lakukan, kita kebingungan atau mungkin malu untuk menyebutkannya dan akhirnya kita tersadar betapa kurang kompetitifnya kita. Perusahaan menginginkan calon karyawan yang siap kerja, baik dari segi kemampuan teknis, adaptasi, karakter, kedisiplinan kerja, sikap kerja dll. Nah apabila rekan2 sudah pernah bekerja, maka harapannya individu tersebut sudah pernah merasakan tekanan kerja dan berbagai aspek dari pekerjaan yang dilakukannya terdahulu. Sehingga individu tersebut sudah cukup terbentuk dan mengerti bagaimana harus tampil optimal di lingkungan kerjanya.
Bagi rekan2 yang ingin memiliki pengalaman bekerja di sebuah perusahaan. Bisa dengan alternatif kerja MAGANG. Hal ini yang belum biasa kita lakukan. Padahal di beberapa negara maju hal ini cukup sering dan sudah menjadi hal yang biasa dilakukan oleh mereka bahkan sejak mereka masih menginjak usia remaja (SMU). Mereka dibiasakan dan dikondisikan untuk merasakan dunia kerja sejak awal. Dengan harapan dapat menjadi pribadi yang lebih mandiri dan terbiasa bekerja serta bisa me-manage waktu dengan lebih baik lagi. Nah apa saja kelebihan dan keuntungan dari bekerja magang? Ada banyak manfaat yang mungkin akan saya bahas beberapa saja pada artikel kali ini.
Bertambah Pengalaman Kerja
Ketika kita bekerja magang, maka kita akan belajar banyak hal baru yang tidak kita dapatkan di kampus. Akan lebih baik lagi apabila kita bekerja magang di perusahaan yang sesuai dengan jurusan kuliah kita. Sehingga kita bisa mengaplikasikan ilmu yang secara teoritis kita dapatkan dari kampus.
Meningkatkan Kompetensi yang kita miliki
Bekerja magang walaupun Cuma 3–6 bulan akan membentuk dan meningkatkan skill, pengetahuan dan kedisiplinan selama anda sungguh-sungguh ingin belajar dan mengembangkan kemampuan. Apapun tugas yang diberikan pada anda ketika magang sebisa mungkin kerjakan dengan sungguh-sungguh. Karena dari setiap tugas yang anda kerjakan mengandung unsur ‘melatih’ suatu kemampuan tertentu yang dibutuhkan dari pekerjaan tersebut. Sehingga anda benar-benar dapat merasakan manfaat dari kerja magang. Intinya kita harus membuka wawasan dan keinginan untuk belajar seluas mungkin, jangan mudah merasa puas akan kemampuan yang anda miliki sekarang, ingatlah pepatah ‘di atas langit masih ada langit’.
Mengetahui Etos Kerja
Ketika kita pertama kali bekerja akan timbul beberapa permasalahan adaptasi terhadap lingkungan kerja yang terasa baru bagi kita. Termasuk aspek kedisiplinan, pola kerja, dan nilai2 kehidupan yang kita dapatkan ditempat kerja tersebut. Satu hal yang pasti, ada jenjang perbedaan yang cukup jauh antara dunia kuliah dan dunia kerja. Di perusahaanlah anda dapat memperkecil perbedaan tersebut.
Menjalin Networking
Anda perlu memperluas jaringan yang anda miliki. Di lingkungan tempat anda magang, jika anda bekerja dengan baik dan berperilaku sopan maka anda bisa mendapatkan tambahan rekan dan bahkan rekomendasi dari perusahaan tempat anda bekerja. Rekomendasi ini bisa anda gunakan jika anda ingin bekerja secara lebih mantap di masa yang akan datang.
Belajar Hidup Mandiri
Kita mungkin sudah dibiasakan untuk hidup ‘disuplai’ secara keuangan oleh orang tua kita. Sehingga kita terbiasa untuk menerima dibandingkan untuk mencari dan memberi. Dengan kerja magang anda diharapkan mampu mencari sumber pendapatan sendiri diluar suplai dari orang tua (walaupun mungkin pendapatan anda belum mampu mencukupi kebutuhan anda secara keseluruhan). Dan hal ini secara mental dapat membantu anda. Percayalah bahwa ada kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri apabila kita sudah mendapatkan penghasilan sendiri, tanpa teralu memperdulikan berapapun yang kita terima.
Efek positif magang kerja tidak hanya dapat dirasakan bagi mereka yang ingin kerja di perusahaan idaman. Namun juga bisa dirasakan oleh mereka yang hendak membuka usaha sendiri atau memilih untuk mengkaryakan dibanding dikaryakan. Yang jelas etos dan semangat untuk bekerja dengan tekun, pantang menyerah dan tidak mudah putus asa bisa anda dapatkan ketika bekerja dan belajar di perusahaan. Intinya kita tahu cara kerja sebuah sistem di perusahaan, sehingga kalaupun kita hendak mendirikan perusahaan sendiri maka kita sudah memiliki gambaran bagaimana menjalankan sistem dan memperbaikinya dimasa mendatang. Ketika anda diwawancarai oleh tim rekrutmen sebuah perusahaan, anda juga dapat menceritakan banyak pengalaman anda dan mempromosikan diri dengan lebih baik lagi. Saran saya, jangan terlalu mengutamakan nilai nominal (gaji) yang anda dapatkan sewaktu magang, namun segi pengalaman dan mengasah seluruh potensi yang anda miliki. Saya rasa hal tersebut nilainya jauh lebih besar dibanding berapapun gaji yang anda terima. Salam sukses. Semangat selalu!!!
By
Haryo Seto A.
|