|
SUKSES MERAIH PEKERJAAN
August 24th, 2009 Tags: tips meraih kerja, tips untuk job seeker Posted in News |
Kali ini, KEDAI KARIR ingin membagikan tips serta menjawab berbagai pertanyaan yang seringkali muncul dari para job seeker terutama bagi mereka yang baru memulai untuk turut serta dalam proses rekruitmen perusahaan.
Kalian, para job seeker bisa mendapatkan informasi mengenai lowongan di sebuah perusahan melalui iklan antara lain di media cetak, media elektronik, maupun JOB FAIR yang kini kerap kali digelar di berbagai kota.
Pada informasi lowongan pekerjaan tersebut pasti terdapat informasi mengenai posisi pekerjaan yang dicari atau dibutuhkan, kriteria, maupun syarat-syarat lain. Para job seeker sebaiknya mencermati dengan benar. Saran dari kami, sebaiknya Anda memberikan tanda terlebih dahulu mengenai lowongan kerja yang hendak Anda apply (melingkari dengan spidol atau menandai dengan stabillo).
Lalu, pastinya seringkali timbul pertanyaan dalam benak Anda, “Aku cocok tidak ya ?” atau “Aku mampu tidak ya ?” Hal tersebut tentunya adalah Anda sendiri yang memutuskan apakah lowongan pekerjaan yang termuat tersebut sesuai dengan kemampuan yang Anda miliki. Anda pun boleh saja meminta saran dari keluarga atau teman Anda. Sebaiknya, Anda pun mantap serta percaya diri ketika memutuskan untuk apply ke perusahaan tersebut.
Apabila Anda mencari informasi mengenai lowongan pekerjaan di JOB FAIR tanyakan pada penjaga stand mengenai informasi yang menurut anda kurang jelas. Selain itu, Anda lebih baik pergi ke JOB FAIR dengan teman-teman Anda. Manfaatnya, Anda bisa bertukar informasi dengannya. Selain itu, informasi yang Anda dapatkan cenderung akan lebih banyak apabila dating bersama teman. Hal tersebut dikarenakan tentunya Anda juga mendapatkan jawaban atas pertanyaan teman-teman Anda pada petugas stand.
Kemudian saatnya Anda menyiapkan hal-hal yang perlu disertakan seperti Curriculum Vitae (CV), surat lamaran, foto dengan ukuran tertentu, fotocopy KTP, fotocopy ijazah, fotocopy sertifikat khusus (kursus, pelatihan, atau menang lomba) serta berkas lain yang perlu Anda sertakan. Apabila Anda masih kurang mengetahui format pembuatan CV, surat lamaran, dan lain-lain, Anda bisa bertanya maupun mencari tahu di internet. Melaui google.com, saya menemukan banyak sekali contoh surat lamaran atau CV baik dalam versi bahasa Indonesia maupun versi bahasa Inggris.
Perlu Anda ketahui bahwa surat lamaran merupakan salah satu bagian yang penting dalam proses melamar suatu pekerjaan. Oleh karena itu, perlu dibuat dengan sungguh-sungguh serta sebaik-baiknya dengan menggunakan bahasa yang efektif (tidak bertele-tele) dan satu hal yang penting adalah tidak perlu menuliskan gaji apabila tidak diminta.
Sebaiknya Anda kembali mengecek sebelum dimasukkan ke dalam amplop untuk dikirimkan. Lebih cepat Anda mengirimkannya akan lebih baik tentunya. Oleh karena itu, mari segera pergi ke kantor pos jauh-jauh hari sebelum batas akhir pengiriman.
Setelah itu, Anda akan mendapat informasi atau panggilan untuk mengikuti psikotes. Ada perusahaan yang mengadakan psikotes untuk semua pelamar yang masuk, namun ada juga yang melakukan screening CV terlebih dahulu untuk menentukan pelamar yang mengikuti psikotes. Malahan terdapat juga perusahaan yang tidak melakukan tahapan psikotes, namun langsung ke tahapan interview. Hal tersebut tergantung kebutuhan perusahaan akan kandidat yang dicari.
Jadwal pelaksanaan psikotes ditentukan oleh pihak perusahaan. Mayoritas para jobseeker mengganggap bahwa psikotes merupakan suatu momok. Banyak diantara mereka yang berkali-kali gagal dalam psikotes tanpa tahu apa sebenarnya yang membuat dirinya gagal. Pada intinya, psikotes bertujuan untuk memilih kandidat diantara para pelamar yang masuk, yang pas dengan jabatan, tugas pekerjaan maupun budaya perusahaan tersebut. Hal tersebut dilihat berdasarkan skor hasil dari soal-soal tes yang dikerjakan antara lain ada tes untuk mengukur intelegensi, kecepatan kerja, ketelitian, daya tahan, kepribadian, dan lain-lain. Perlu diketahui, jenis soal psikotes yang digunakan berbeda-beda untuk tiap jabatan. Psikotes untuk posisi manager bisa berbeda dengan posisi salesman atau psikotes untuk accountant di perusahaan A bisa berbeda dengan yang diberikan perusahaan B.
Selanjutnya, Anda akan diundang untuk mengikuti proses interview apabila Anda lolos dalam psikotes . Namun di beberapa perusahaan, sebelum proses interview, ada satu proses yang dikenal dengan nama Focus Group Discussion(FGD). Mereka yang lolos dari psikotes akan dibagi dalam kelompok sekitar 5-10 orang. Mereka akan dibiarkan untuk berdiskusi mengenai suatu topik. Biasanya, akan ada problem disitu dan para kandidat dipersilahkan untuk memecahkan persoalan tersebut secara bersama selama waktu yang ditentukan. Walaupun antar kandidat saling memperebutkan kursi di perusahaan tersebut, namun dalam FGD, Anda seharusnya menghindari sikap meremehkan ataupun menjatuh pendapat pesaing. Disini, pihak perusahaan akan memberikan penilaian mengenai bagaimana cara anda berpikir, seberapa besar kreatifitas Anda, sikap Anda saat mengemukakan maupun mendengarkan ide atau pendapat kandidat lain. Barulah perusahaan akan menentukan kandidat yang lolos untuk mengikuti tahapan berikutnya yakni interview.
Proses interview di sebagian besar perusahaan merupakan proses yang terakhir dalam proses rekruitmen perusahaan. Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam proses interview meliputi cara berpakaian serta sikap interview yang benar, intinya sopan santun. Selain itu, sebaiknya Anda datang 15 menit lebih awal dari jadwal interview Anda sehingga Anda bisa membenarkan kembali rambut, dandanan, atau pakaian Anda maupun isitirahat sejenak setelah menempuh perjalanan ke lokasi interview. Berikan penampilan yang positif, percaya diri, serta antusiasme Anda terhadap jabatan yang Anda lamar terhadap interviewer Anda.
Terakhir, Anda tinggal menunggu informasi mengenai keputusan lolos atau tidaknya Anda dalam proses ini. Bagi Anda yang diterima, Anda biasanya akan diberikan training terlebih dahulu. Sebaiknya, Anda mengikuti proses training ini dengan sungguh-sungguh agar masalah error saat Anda benar-benar bekerja nanti dapat diminimalisir. Tentunya Anda juga tidak mau dipecat hanya karena kesalahan sepele terhadap prosedur pengerjaan tugas-tugas pekerjaan. Bagi Anda yang belum lolos, sekali lagi bukan karena Anda tidak baik, namun lebih karena Anda dirasa belum pas saja dengan jabatan, tugas pekerjaan, maupun budaya perusahaan tersebut. So, don’t give up to reach your goal !!!
By : Sekar
Tulis Komentar
|