|
Peluang Kerja di Tengah Krisis Global
April 5th, 2009 Tags: Krisis global, Peluang kerja Posted in News |
Permasalahan krisis global tentu saja bukan suatu permasalahan baru lagi dikalangan masyarakat. Permasalahan tersebut masih saja menjadi buah bibir dan masih terus dikaji berulang kali. Krisis ekonomi global-yang sebenarnya merupakan krisis ekonomi yang dilanda oleh Amerika Serikat-ini kemudian sangat dirasakan diberbagai negara berkembang termasuk negara Indonesia. Terlihat dari mulai banyaknya PHK secara besar-besaran oleh berbagai macam perusahaan bahkan ada beberapa perusahaan yang harus gulung tikar. Selain itu kuantitas ekspor barang ke luar negeri juga kian mengalami penurunan. Dan hal tersebut ditandai dengan menurunnya nilai tukar rupiah dalam valuta asing. Krisis ekonomi ini pada akhirnya akan berdampak ke berbagai aspek dan akan menciptakan persoalan baru. Misalnya saja persoalan sosial. Dengan banyaknya pegawai dan karyawan yang di PHK tentu saja akan menambah daftar panjang angka pengangguran yang ada di Indonesia. Yang kemudian akan menambah daftar angka kemiskinan dan tentu saja kriminalitas akan menjadi bayang kelam dalam kehidupan masyarakat, karena tidak dipungkiri bahwa setiap orang membutuhkan uang untuk dapat terus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Banyaknya perusahaan yang collapse karena tidak dapat bertahan di tengah hiruk pikuk krisis ekonomi ini akhirnya membuat banyak orang kehilangan pekerjaan mereka. Namun tanpa kita sadari bahwa ada pekerjaan di sektor lain yang masih tetap tegak berdiri seolah tidak ada kendala ketika semua orang dibingungkan dengan krisis ekonomi ini. Yaitu perkejaan di sektor informal. Apa itu sektor informal?
Sektor informal merupakan sektor usaha kecil dan menengah yang tidak membutuhkan biaya yang cukup besar dan tingkat pendidikan yang tinggi. Sektor infomal bisa dikatakan merupakan suatu solusi yang terbaik ketika dunia merasakan krisis ekonomi. Terlebih lagi di negara dunia ketiga atau negara berkembang seperti Indonesia. Pekerjaan di sektor informal hanya terkena dampak yang kecil jika dibandingkan dengan sektor formal. Ada beberapa kategori pekerjaan yang dikatakan masuk ke dalam sektor informal, misalnya saja pedagang kaki lima, warung atau rumah makan, penjahit, dan bebagai pekerjaan yang bergerak dalam usaha kecil dan menengah.
Sebenarnya jika dibandingkan dengan pekerjan sektor formal, tentu saja pekerjaan di sektor informal ini tidak dapat menjamin keuntungan atau profit yang besar dan berkelanjutan (dengan gaji yang tetap setiap bulan dan kontrak yang resmi pada pekerjaannya tersebut) juga gengsi atau prestige yag diperoleh seperti sektor formal. Namun, sektor informal dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang hanya memiliki modal kecil dan tidak memiliki pendidikan yang tinggi. Hadirnya sektor informal juga dapat menekan angka penganguran yang semakin besar di Indonesia. Selain itu masyarakat dengan sektor informal juga mendapatkan pengalaman dan dapat meng-eksplore keterampilan secara khusus serta dapat menjadi safety belt bagi perekonomian negara apalagi ketika krisis ekonomi sedang melanda secara umum.
Jadi, buat apa kita mementingkan gengsi bahkan ada yang rela membeli ijazah palsu hanya karena ingin bekerja di sektor formal, jika dengan pekerjaan di sektor informal pun memberikan jaminan hidup yang layak dan tidak kalah besar keuntungan yang akan didapatkan. Kata kuncinya adalah tekun dan ulet dalam menjalankan usaha, tidak kenal lelah untuk terus mencoba dan berusaha, maka kita pasti dapat mencapai kesuksesan yang kita inginkan. Semangat!
By
Tisa
Related Posts:Peluang Kerja : MT Section Head & MT Supervisor
Tulis Komentar
|