Kirim Pesan YM

 

 

Dahsyatnya “SMART TRAINER CLASS”

Sebanyak 44 calon trainer dari berbagai kampus di Yogyakarta berkumpul dalam sebuah acara “Smart Trainer Class”. Acara bertempat di kantor Kedai Karir, Yogyakarta. Peserta mayoritas berasal dari program studi Psikologi, namun terdapat juga mahasiswa dari program studi yang lain.
Everybody can be a great trainer merupakan tema yang diusung dalam acara ini. Tema tersebut dimaksudkan untuk memberi wacana kepada khalayak bahwa siapapun dapat menjadi seorang tirainer, tanpa harus mengenyam pendidikan tertentu. Sebagai contoh, Andrie Wongso yang mendapat julukan The Best Motivator atau Motivator No. 1 Indonesia bukan lulusan dari Psikologi. Bahkan Andrie Wongso sekolah dasar saja tidak tamat.
Pada kesempatan ini, para calon trainer diajak belajar bersama secara mendalam mengenai bagaimana menjadi trainer yang professional. Materi yang dibahas pada salah satu event Kedai Karir ini amatlah menarik, karena dalam 2 hari tatap muka ini peserta tidak hanya diajarkan materi teoritis dari sebuah training, namun peserta juga dihadapkan pada tantangan praktis, yaitu berpraktik menjadi seorang trainer. Training meliputi kompetensi trainer, manajemen kelas dalam training, pembuatan desain training, alat-alat training, dan masih banyak lagi.
“Smart Trainer Class” berlangsung dua hari yakni 14 dan 15 Maret 2009 dengan melibatkan dua trainer dahsyat yakni Ismail Hermana, S. Pd. I (Direktur FAST Training Center Jogja & Trainer LAPENKOP DIY) dan Agus Priyadi, M.Psi,Psikolog (Direktur Utama dan Trainer Senior Life Management Training di LMT CONSULTING). Selain menjadi trainer, Agus Priyadi merupakan dosen pengampu mata kuliah desain training di salah satu perguruan tinggi. Kedua trainer ini amat berjiwa muda, penuh semangat, dan pintar menghibur. Mereka pantas mendapat acungan jempol karna kemampuannya yang luar biasa dalam mentransferkan materi ke peserta. Hasilnya, peserta selalu bergairah serta antusias dari awal hingga akhir acara.
Sebelum masuk materi training, peserta diajak untuk mengenal kepribadian masing-masing  dengan mengerjakan alat tes psikologi bernama Dominance, Influence, Steadiness, dan Compliance (DISC). DISC merupakan alat tes favorit di hampir tiap seleksi karyawan. Alat tes DISC diciptakan oleh Wiliam Moulton Marston pada tahun 1928. Skor yang didapatkan terbagi dalam tiga bagian yakni change menunjukkan karakter individu sehari-hari, least menunjukkan karakter individu saat kondisi tertekan atau stress, dan most menunjukkan karakter individu dalam bekerja dan sosial.
“Seorang trainer yang hebat itu harus mempunyai visi, memiliki paradigma hidup, serta memiliki power communication,” terang Ismail Hermana di sesi pertama. Pak Ismail menyebutkan bahwa penting bagi seorang trainer untuk mengetahui bagaimana mengolah para peserta bahkan yang jumlahnya hingga 1000 orang, Trainer harus dapat membawakannya secara pintar agar materi dapat dipahami oleh mereka, tidak seperti istilah “masuk kuping kiri, keluar kuping kanan”. Kemudian, Pak Ismail pun berbagi tips berdasar pengalaman-pengalamannya.
Giliran pembicar yang kedua, peserta mendapatkan materi mengenai “Manajemen Kelas Dalam Training”.“Kita akan bertemu dengan beraneka macam karakteristik orang dalam suatu kegiatan pelatihan nanti,” ujar Agus Priyadi. Oleh karena itu, penting bagi seorang trainer untuk dapat mengenal karakter dari para trainee-nya. Pak Agus pun menjelaskan beberapa cara untuk mengenal karakteristik trainee serta cara mengelolanya. Tujuannya tentu agar kelas menjadi efektif yakni tujuan dari pelaksanaan training dapat dicapai.
Pak Ismail dan pak Agus secara bergantian, tak hanya mentransferkan materi namun juga mengajak peserta untuk bermain bersama, apalagi pada sesi games. Banyak game yang disimulasikan bersama meliputi games untuk ice breaking, energizer, maupun game pengantar materi. Para peserta pun diajak untuk menunjukkan kemampuannya di setiap materi yang sebelumnya telah disimulasikan. Ajakan tersebut direspon oleh teman-teman peserta dengan antusias serta percaya diri. Bahkan mereka saling berebut untuk menyuarakan serta menampilkan kemahirannya sehingga teman-teman yang lain tahu akan kemampuannya.
Pada hari berikutnya, semua peserta diberikan tantangan. Mereka diminta untuk menyampaikan materi training dengan topik bebas secara bergantian di depan teman-teman yang sedang tidak tampil. Mereka pun berusaha menampilkan yang terbaik dan begitu bersemangat mengajak audience terlibat. Ternyata, masing-masing peserta memiliki gaya penyampaian yang berbeda-beda serta unik.
Acara “Smart Trainer Class” berakhir dengan penutup singkat dari panitia dan pembicara, pembagian sertifikat, serta foto bareng. Panitia yang diwakilikan oleh Haryo Seto Akhmad Yani (Manajer Operasional Kedai Karir) dan dua pembicara mengungkapkan bahwa mereka senang bisa belajar bersama para calon trainer yang sangat antusias dari berbagai kampus di Jogja ini. Menurut mereka, penampilan para peserta sangat memukau bahkan di luar prediksi mereka. Peserta yang terlibat di acara ini sangat berharap bisa kembali berjumpa lagi dan mendapat kesempatan menjajal profesi trainer kembali.

By

Sekar



Related Posts:
  • One Stop To Be a Great Trainer
  • Apa Itu Training?
  • Kekar Event
  • Tulis Komentar