Kirim Pesan YM

 

 

Phobia Psikotes!

fotokuBanyak rekan pencari kerja (saya sebut kemudian dengan nama jobseeker) memiliki ketakutan tersendiri ketika harus berhadapan dengan suatu kegiatan yang bernama “Psikotes”. Ada perasaan gundah, grogi, khawatir, dan takut berlebihan atau berkembang menjadi perasaan skeptis, benci, putus asa atau bahkan muak setiap kali berhadapan dengan Psikotes (yang model begini biasanya sudah belasan kali gagal Psikotes). Pernah salah satu rekan saya mengungkapkan kekesalannya karena berulang kali gagal dalam salah satu proses seleksi ini, “Saya sampai paham psikotes, hafal soalnya tapi gak tau jawabannya hehehe... Ada tidak ya, yang jual kunci jawabannya?” (nah yang ini mungkin malah sudah puluhan kali gagal psikotest) : )

Mari kita coba untuk menelaah satu per satu permasalahan tersebut.

Psikotes yang digunakan untuk seleksi calon karyawan baru di sebuah perusahaan bertujuan untuk mencari kandidat yang paling tepat untuk posisi yang tepat istilahnya The Right Man in The Right Place baik dari segi kualifikasi jabatan sampai budaya perusahaan. Sangat memungkinkan bagi kandidat yang memiliki kualifikasi lebih tinggi dari persyaratan malah tidak diterima, atau dalam kondisi sebaliknya juga berlaku. Sebagai contoh, terlalu aktif, terlalu berpengalaman, atau terlalu ekspresif.

Terlalu dominan, terlalu pendiam, kemampuan berpikir kurang cepat atau lamban, dan lain-lain merupakan faktor-faktor yang bisa mengakibatkan seorang kandidat tidak diterima karena yang bersangkutan kurang sesuai atau bahkan terlalu “hebat” untuk posisi tertentu dengan kata lain Over Qualified. Di sisi lain, perusahaan jelas akan lebih banyak menolak kandidat yang kurang berkemampuan. Seringkali kemudian timbul pertanyaan “Kalau perusahaan menginginkan orang yang ekspresif dan dominan kemudian saya adalah orang yang pendiam, apakah bisa saya diterima?”. Kemungkinan besar anda tidak akan diterima karena tentu saja kepribadian tidak sesuai dan perusahaan besar mempunyai ratusan bahkan ribuan kandidat lain yang lebih sesuai karakteristik pribadinya dengan culture perusahaan.

Jika muncul pertanyaan kembali, “Bisa tidak saya ubah profil kepribadian saya supaya bisa diterima di perusahaan?” Saran saya, JANGAN! Karena Anda akan terlihat sebagai orang aneh dengan kepribadian yang berbeda-beda, dan Anda akan kesulitan ketika menghadapi proses wawancara berikutnya. “Trus apa yang bisa saya lakukan?” Nah, guna mengatasi kendala tersebut ada dua hal yang bisa kita lakukan yaitu mencari perusahaan dan posisi yang sesuai dengan karakter serta bidang ilmu kita, sementara yang kedua adalah memaksa masuk ke perusahaan walaupun budayanya berbeda dengan nilai pribadi kita, dengan harapan kita nanti akan berusaha beradaptasi.

Hal yang terpenting ketika menghadapi Psikotes sebenarnya adalah mengoptimalkan seluruh kemampuan yang kita miliki untuk menghadapi atau mengerjakan Psikotes tersebut. Caranya adalah dengan mengetahui apa yang diukur dari masing-masing tes yang disajikan. Secara garis besar Psikotes mengukur hal-hal berikut:

Tes Intelegensi

Tes ini mengukur kemampuan intelegensi, daya tangkap, kemampuan analisis, problem solving, dan lain-lain

Tes Pola Kerja

Mengukur pola kerja kita dalam menyelesaikan suatu tugas dengan waktu tertentu. Pola kerja yang diukur mencakup ketahanan, ketelitian, kecepatan, dan keajegan kerja.

Tes Kepribadian

Mengukur tipe karakter dan kecenderungan kepribadian kita.

Setelah kita mengetahui apa tujuan Psikotes untuk seleksi di perusahaan, beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan kemampuan kita dalam menghapi Psikotes adalah:

Berdoa

Saya tempatkan di urutan pertama karena sering terlupakan dan menempatkan berdoa di urutan akhir. Istilahnya Tuhan hanya kita andalkan di saat kita terdesak saja.

Berlatih kemampuan berpikir

Sering-seringlah mengasah kemampuan daya tangkap dan alur berpikir yang lebih fleksibel. Asah kemampuan kecepatan pengambilan keputusan. Mencoba untuk melihat suatu pola permasalahan dari sudut pandang yang berbeda.

Jaga kondisi fisik

Tidur secukupnya, jangan bergadang sebelum tes dan makan pagi secukupnya sangat membantu ketahanan kita saat menjalani tes.

Preparation makes perfect

Persiapkan diri Anda sebaik mungkin dengan datang lebih awal sebelum tes dimulai (kurang lebih 30 menit sebelum dimulai). Jangan lupa menyiapkan alat tulis seperti bolpoin, pensil HB, penggaris, penghapus, papan alat tulis, dan lain-lain.

Berpikir dan bertindak cepat, teliti, serta akurat

Beberapa alat tes didesain dengan waktu yang terbatas seperti alat tes intelegensi, maka sebisa mungkin kerjakan dengan cepat, tapi juga teliti dan akurat (nah lho... ga mudah kan...? hehehe..). Jangan tergesa-gesa menjawab pertanyaan tapi juga jangan terlalu lama.

Uraian dan paparan di atas semoga cukup memberikan gambaran. Masih banyak yang bisa dijelaskan dari psikotes itu sendiri. Silahkan mencoba dan bersiaplah menghadapi kesuksesan!

By

Haryo Seto A


Tulis Komentar